Senin, 22 Agustus 2011

Akhirnya aku bertemu dengan First Love ku

kembali kemasa itu 20 tahun yang lalu kurang lebih melihat gadis kecil memakai jilbab putih dengan wajah yang putih, sedang bermain kenapa dia memakai jilbab, karena lingkungan sekolah kami mewajibkan untuk itu. dia tidak seperti gadis kecil lainya, pendiam tidak dan riang pun tidak. setiap aku duduk dikelas wajah ku tidak pernah lepas darinya, tidak tahu kenapa mungkin itulah sunatullah walaupun masih kecil tapi rasa kagum akan ciptaan makhlukNya tidak memandang umur.

Ha3x...rasanya menulis ini aku ingin ketawa karena mengingat masa itu, ko bisa terjadi pada umur ku yang sedini itu bisa melakukan hal-hal yang mungkin dilakukan oleh umur yg lebih tua dari ku, karena waktu itu punya rasa mengagumi namun tidak tahu cara mengungkapkan dan aku apresiasikan dengan sifat-sifat yang aneh, mungkin wajar pada saat itu bila bersikap aneh waktu kecil yang tidak wajar kadang aku seperti intilejen, mencari rumahnya dan menganalisis seperti apa sih lingkungan yang memelihara bidadari bumi ini.

bila melihat film kartun naruto persis sekali aku dengannya, aneh dan suka mencari perhatian walaupun yang dituju untuk diperhatikan tidak memperhatikan. aku selalu mengingat namanya dan bahkan wajahnya setelah puluhan tahun selalu teringat, padahal aku mudah melupakan wajah dan nama seseorang walaupun dia cantik bila tidak berinteraksi. kalau diingat waktu-waktu berinteraksi dengannya, aku sangat jarang sekali bicara dengannya, masih sama sifat itu hingga kini selalu tidak percaya diri. mungkin karena diah begitu sempurna dimata ku hingga aku tidak sanggup berbicara banyak hanya memandang saja dari kejauhan, seperti lukisan di dinding yang bisa dipandang tapi tidak bisa diajak bicara

aku "bersama denganya" hanya 4 tahun karena ada sesuatu dari sifat ku yang tidak disukai guru, itu juga pertama kalinya hambatan birokrasi dalam pendidikan ku dan setelah itu pun aku masih tetap menemui masalah itu dan berhasil lolos dengan terseok-seok tapi yang penting berhasil. setelah 20 tahun tidak bertemu tiba-tiba untuk kesekian kalinya lagi, aku teringat dia ketika pulang ke kota kelahiran ku.

didalam bus kota ku coba membuka memory indah itu "ketika bersamanya" aku berharap bisa menemukan diah, tidak tahu kenapa bila mengingat ada kedamaian dan syahdu mengingat wajahnya. aku mencoba mencari-cari akal apa yang kira-kira bisa aku lakukan untuk mencari info tentangnya dan akhirnya terpikirkan untuk mencoba mencari link salah satu teman SD ku lewat media facebook. apa yang aku harapkan akhirnya terkabul, aku dapat menemui admin salah satu teman ku difacebook dari situ ku mulai mencari nama-nama teman yang difacebooknya dan berharap ada nama yang aku cari dalam inbox salah satu teman ku, ku coba mengetik nama sandi dan keluar nama yang ku maksud tapi tidak seperti yang ku harapkan karena info diprofilnya tertulis sudah menikah dan mempunyai anak, aku berpikir mungkin ini salah dan ku mencari cara yang lain lagi dengan menulis nama sekolah dasar ku dan Alhamdulillah apa yang ku harapkan terjadi lagi aku bahkan bisa dapat info profil di facebook teman-teman SD ku lebih banyak, tapi yang ku cari belum dapat dan akhirnya ku coba mencari nama-nama dalam group itu mungkin ada namanya dan yang kutemukan nama yang sama dengan info profil yang sama seperti sebelumnya yang aku temukan di profil teman sd ku di teman bersama di faceboo. karena penasaran ku coba buka foto-foto profilnya dan ternyata itu benar bidadari kecil yang kucari selama ini, alhamdulillah aku dapat menemukannya namun aku juga menemukan dia masih bahagia seperti dulu dengan anaknya dan suaminya yang selalu ada disampingnya. akhirnya aku dapat menemukan cinta pertama ku dengan kebahagiannya.

Minggu, 22 Mei 2011

Bercerita

bagaimana cara mengungkapkan tidak pernah tahu, hanya bisa dirasakan..ketika dia hanya berpura-pura tidak ingin menatap namun saat perpisahan dia begitu sangat serius menatap dibalik jendela..ingin mengatakan sesuatu namun ku tak tahu bagaimana caranya..hanya dia dan ku menyimpan dalam fikiran yang berkhayal terus..semoga bukan hanya aku dan semoga itu

Senin, 16 Mei 2011

Pagi ini aku umurku sudah berkurang lagi satu tahun, dan pagi dan beberapa pagi lainnya sebelum dan sesudah tidak mempunyai rencana, 100% bertahan tidak mempunyai rencana apapun hanya terseret terus oleh hari, bertemu jam 6 pagi diakhiri lagi jam 6 malam...

Kamis, 05 Mei 2011

"Surat Untuk Osama"

Osama,
Kamu tidak pernah bilang padaku
Kalau kamu mau meledakkan WTC dan Pentagon
Bush juga tidak punya bukti sampai sekarang
Jadi aku memilih percaya
Pada cinta yang terpancar
Di balik keteduhan matamu
Pada semangat pembelaan yang tersimpan
Di balik lebat janggutmu.

Osama,
Kamulah yang mengajar
Bangsa-bangsa yang bisu untuk bisa bicara
Maka mereka berteriak.

Kamulah yang menanam bibit-bibit keberanian,
Di ladang jiwa orang-orang penakut
Maka mereka melawan.

Kamulah yang menebar nikmat kemerdekaan,
Di renung kalbu orang-orang tertindas
Maka mereka berjuang.

Kamulah yang mengobarkan harapan di langit
Hati orang-orang terjaga
Maka mereka memberontak.

Osama...
Kamulah yang mengunci mulut bangsa-bangsa adidaya,
Supaya mereka terdiam
Maka mereka hanya bisa mengamuk.

Kamulah yang meruntuhkan keangkuhan
Dari jidat bangsa-bangsa arogan
Maka mereka terbungkam.

Kamulah yang merampas rasa aman
Dari jiwa bangsa-bangsa tirani
Maka mereka tak pernah bisa tidur nyenyak.

Kamulah yang merenggut selera hidup
Dari langit hati bangsa-bangsa makmur itu
Maka mereka tak lagi menikmati hidup.

Osama oh Osama... Osama oh Osama...
Mari kita nyanyikan lagu kemenangan
Bersama nurani anak-anak manusia
Yang telah menemukan kehidupannya.

Osama oh Osama... Osama oh Osama...
Mari kita senandungkan lagu keabadian
Bersama nurani anak-anak manusia
Yang merindukan taman surga.


"Jawaban Osama"

Saudaraku,
Surat ini sudah kuterima
Aku baik-baik saja di sini
Aku masih minum teh di pagi hari
Dan menikmati sunset di sore hari
Aku juga masih mengendalikan bisnis
Dan mengontrol jaringan Al-Qaidah
Dari balik gua-gua Afghanistan.

Tenanglah saudaraku,
Karena jadwal kematianku
Tidak ditulis di Pentagon atau Gedung Putih.

Saudaraku,
Aku menonton aksi-aksi kalian di TV Al-Jazirah
Aku senang kalian mulai berani berbicara
Aku suka kalian sudah bisa bikin Bush marah-marah
Aku gembira kalian sudah bisa bilang tidak
Aku bahagia kalian mulai belajar jadi singa
Aku terharu kalian miskin-miskin tapi mau nyumbang...
Aku terheran-heran kalian kecil-kecil
Tapi mau jihad ke Afghanistan
Aku pikir kalian ini anak-anak ajaib.

Saudaraku aku mau buka rahasia sama kamu
Tapi kamu jangan bilang siapa-siapa.

Kamu tahu nggak,
Kenapa orang-orang Taliban sayang sama aku
Kata mereka ternyata karena aku lucu
Bocah-bocah Afghan juga senang padaku
Kata mereka karena aku bawa mainan
Pesawat-pesawat Amerika untuk mereka
Para pemulung Afghanistan juga suka padaku
Kata mereka karena roda-roda lama mereka itu
Bisa jadi besi tua yang laris.

Orang-orang Amerika itu terlalu serius
Padahal kita cuma sedang bermain di halaman surga.

Saudaraku,
Kalau nanti Allah memilihku jadi syahid
Utusanku akan datang menemuimu
Membawa sebuah pundi kecil
Itulah darahku,
Siramlah taman jihad di Ambon, di Ternate dan Poso
Tapi kalau aku bisa mengubur keangkuhan Amerika di sini
Aku akan datang ke Indonesia
Kamu tahu apa yang akan aku lakukan
Aku hanya mau investasi di negerimu.

oleh:Annis matta

Senin, 25 April 2011

hanya dia

hanya mentari dan angin yang menemani selalu saat kecewa....mungkin bagi mereka itu hanya sebuah kiasan kata namun bagi ku yang sering terjatuh dan bangun jauh dari rumah dan peradaban itu membuat lebih dekat seperti jantung yang berdetak...ketika hangatnya menyentuh kulit ku disaat terbit dan tenggelam dan belaian lembut menyapa rambut ku saat berhembus disiang dan malam hari...Demi Allah bertambahlah kecintaan ku padaMu....